Home Kuliah di Australia 3 Kali Gagal Mendaftar Beasiswa 12 Kali ditolak Professor, Medria Hardhienata Mendapatkan...

3 Kali Gagal Mendaftar Beasiswa 12 Kali ditolak Professor, Medria Hardhienata Mendapatkan Beasiswa PhD di UNSW selepas S1

3381

Perempuan Alumni IPB, Bogor yang menjunjung tinggi pendidikan ini bernama Medria Hadhienata. Impiannya setelah lulus S1 adalah melanjutkan study setinggi mungkin. Motivasi tersebut berangkat dari impian ayahnya yang menghendaki anak – anaknya untuk bisa sekolah setinggi mungkin. Menurut beliau, banyak ilmu yang harus digali didunia ini sehingga mereka perlu sekolah setinggi mungkin.

Namun, melanjutkan sekolah bukanlah suatu hal yang mudah dan murah didapat. Medria juga ingin mewujudkan impian ayahnya namun juga ingin membantu meringankan beban kedua orangtuanya. Untuk itu, ia pun memutuskan untuk mencari beasiswa. Menurutnya dengan beasiswa ia akan memiliki motivasi dan tanggung jawab lebih karena dengan beasiswa berarti ia mendapatkan amanah dan kinerjanya juga akan dipantau sepenuhnya oleh pihak pemberi beasiswa.

Ia lulus dari IPB bulan oktober. Bulan dimana beasiswa sudah banyak yang tutup selain itu persiapannya untuk apply  beasiswa juga masih kurang. Waktu itu ada tawaran beasiswa DAAD dari pemerintah Jermannamun ia tidak sempat mendaftar karena salah satu syaratnya adalah memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun sedangkan pengalaman kerjanya belum mencukupi.

Demikian halnya dengan beasiswa dari pemerintah Swiss, ia juga tidak mendaftar karena belum sempat ujian persamaan bahasa Jerman di Goethe Institute. Lalu pada beasiswa Erasmus Mundus lagi-lagi ia harus gigit jari karena persyaratan nilai paper based toefl hingga 570  dan TOEFL tersebut harus berbasis TOEFL internasional yang diakui dunia. Selain itu, tenggat waktu penutupan aplikasi juga terbatas oleh karenanya ia tidak dapat mendaftar beasiswa tersebut.

Pengalaman kegagalan aplikasi beasiswanya karena kurang persiapan tidak menjadikannya terhenti begitu saja. Justru hal tersebut menjadi pelajaran yang sangat berharga baginya untuk lebih mempersiapkan diri. Pilihannya untuk mencari beasiswa ia sadari akan memiliki dampak yang besar baginya kelak.

Selain peluang kegagalan beasiswa yang besar ia juga akan menyita waktu untuk mencari beasiswa dan kehilangan waktu untuk memasukkan lamaran kerja diperusahaan impian. Akhirnya sembari mencari beasiswa ia bekerja sebagai freelance dari kantor ke kantor, mengerjakan mengerjakan proyek-proyek yang ada , mengajar dari satu universitas ke universitas lain dan pekerjaan lainnya yang terpenting bisa membantu meringankan beban orang tuanya.

Disisi lain ia memutar otak untuk mencari alternative beasiswa lain yang bisa ia lamar. Akhirnya ia memutuskan untuk mengirimkan beberapa surat pada professor-professor di Jerman. Waktu itu sebanyak 12 surat yang menjelaskan ketertarikannya untuk mengikuti penelitian mereka. Rata-rata professor tersebut welcome  dengan mahasiswa Indonesia namun ia harus terlebih dahulu mengambil program master sebelum mengikuti penelitian mereka. Ada juga yang menyarankan untuk mengambil master di universitas mereka namun masalahnya adalah tidak adanya beasiswa.

Alternative terakhir yang bisa mnejembatani impiannya adalah program PhD Scholarship dari Unversity of New South Wales, Australia. Persyaratan program ini cukup komplek seperti halnya beasiswa pada umumnya seperti Ijazah dan transkrip yang sudah di­translate, surat rekomendasi dan dokumen lain yang dibutuhkan seperti halnya apply  beasiswa. Yang menari namun agak berat adalah para  applicant  diminta untuk berlomba membuat proposal penelitian dari abstract yang dipublikasikan oleh professor.

Meskipun sulit, ia pun berjuang membuat proposal sebaik mungkin layaknya mengambil 2 kali skripsi. Namun usahanya tidak sia – sia karena pada akhirnya ia terpilih sebagai penerima beasiswa dan berhasil mendarat di Australia pada 9 Juni 2012.

Referensi :

https://medriamatt.com/2010/02/08/a-story-behind-the-scholarship/

https://medriamatt.com/2010/02/13/what-should-we-prepare-for-a-sholarship/

https://medriamatt.com/2012/07/01/9-juni-2012/

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here